Powered By Blogger

Jumat, 31 Desember 2010

Waktu yang Baru

Hari ini sudah memasuki tahun 2011,
Sebelum detik-detik di penghujung tahun, sempat aku dan keluargaku meninjau kondisi luar. Dan sekedar berjalan-jalan untuk mencari makan malam.
Saat itu aku melihat semuanya

Dijalan-jalan semua anak muda,
entah bergender apa. semuanya ada.
Aku termenung...
Hingga ayahku mengatakan,
"Untuk apa berkumpul seperti ini? Tahun baru begini saja ramai. Kalau tahun baru islam saja..apa ada yang ingat?"

Aku ikut merenungkan kata-kata Ayah barusan.
Benar juga.
Coba dibandingkan,
Tahun baru islam apa pernah seramai ini?
Hanya 1-2 ucapan yang muncul.
Jika tahun baru ini?
Semua mengatakan, semua merayakan.

Akhirnya malam tahun baru itu kuhabiskan dengan ber-muhasabah.
Aku menangis malam itu,
mengingat semua dosa-dosa yang terjadi pada tahun sebelumnya.



semoga tahun ini menjadi tahun yang baik :)

Kamis, 30 Desember 2010

Hidupku? Indah..

Sore itu seusai menyelesaikan piket, aku melangkahkan kakiku menuju koridor kelas yang terletak dilantai 2. Saat itu hujan sedang turun, membuat lapangan yang terbuat dari semen milik sekolahku penuh dengan kubangan air.

Bulir-bulir hujan mengguyur mereka--yang tengah bermain bola dengan asyiknya dibawah sana. Seolah semua masalah seperti tiada. Senyum,dan tawa benar-benar tulus tergambar diwajah mereka. Membuat yang melihatnya ikut tertawa dan merasa lega.

Saat itu, aku bermonolog dengan diriku sendiri. Yang saat itu..Tengah merasa ingin menyudahi hidup yang Allah berikan padaku, tanpa alasan yang jelas.
Aku berpikir keras.
Kubiarkan semilir angin pengiring hujan mencumbui wajahku yang terlapis kain putih penjaga hartaku seumur hidup.

Kenapa ya? Kok aku ingin mati?
Padahal... hidup ini..benar-benar indah..
Kenpa ya? Kok aku berpikir bodoh seperti ini?
Padahal...Masih banyak orang yang mencintai aku..
Kenapa ya? Kok aku mengambil kesimpulan dengan bodoh begini?
Padahal...Banyak sekali pengalaman yang belum kudapatkan...
Kenapa ya? Bisa-bisanya aku berpikir begini?
Padahal...Hidup itu sesuatu yang berharga..
Kenapa ya? Kok ada pikiran seperti ini?
Padahal...Hidup itu cuma sementara..
Kenapa ya? Aku berpikir begini?
Padahal...Aku ingin masuk surga...


Kuakhiri dialog dengan diriku sendiri itu. Tepat saat hujan mereda dan menampakkan sang mentari. Senyuman terukir dibibirku, kemudian aku melangkah pergi dari koridor. Berjalan dengan penuh semangat. Bertekad untuk menjalani setiap detik dengan semangat. Aku tidak ingin kalah dari Aya Kito, seorang penderita SCA yang meninggal pada tahun 1988 di umurnya yang ke-25. Meski ia tau penyakitnya tidak dapat disembuhkan, ia tetap berjuang untuk hidup. Karena Hidup itu sungguh berharga baginya...


"Berbahagialah selama kau masih dapat melihat langit..."

Allah masih sayang padamu

Karena Allah sayang sama kita
Allah masih memberi kita masalah,
dan kita menjadi lebih dewasa karenannya.

Karena Allah sayang sama kita
Allah masih membuat kita merasakan
Kebat-kebit Asmara.

Karena Allah sayang sama kita
Allah masih membuat kita,
Dapat menangis dan tertawa.

Karena Allah sayang sama kita
Allah memberi kita Keluarga dan teman,
Yang Sakinah.

Karena Allah sayang sama kita
Allah membuat kita dapat merasakan
nikmatnya sakit dan sehat.

Karena Allah sayang sama kita
Allah memberi kita semua,
Kelebihan yang berbeda.

Karena Allah masih sayang sama kita
Allah memberi kita tubuh,
yang normal.

Karena Allah masih sayang sama kita
Allah masih tetap memberi kita,
nafas hingga sekarang.


Itulah bukti-bukti bahwa Allah masih mencintai kita.
Bersyukurlah,
Karena kita semua termasuk orang-orang yang beruntung :)